SEMINGGU DI BANGKA (BANGKA DALAM ESAI)


SEMINGGU DI BANGKA

(By Adrian Fajriansyah 01/03/2012)

Gambar 1.  Empat Serangkai Seminggu Di Bangka.

            Ini perjalan seminggu saya bersama teman-teman seperjuangan , kami sering disebut empat serangkai dan kadang tiga serangkai bila salah satu dari kami berhalangan hadir.  Kali ini saya (adrian fajriansyah), almaarif, kgs m habibillah dan hafid fitrian melakukan perjalanan ke Pulau Bangka yang tidak terlalu jauh dari kota tempat kami tinggal Palembang.

Apa sih yang ada di Bangka, perasaan penasaran itulah yang ada dalam diri saya dan teman-teman lain kecuali hafid yang memang org asli Bangka.  Setahu saya Bangka cuma ada timah.  Untuk mengobati rasa penasaran itu maka saya bersama teman yang lain melakukan perjalanan seminggu di Pulau Bangka.

Bangka hanya berjarak 5 jam perjalanan dari Palembang menggunakan jalur darat, dan hanya beberapa menit bila menggunakan jalur udara, namun kalian tidak akan pernah sampai bila menggunakan jalur darat sebab belum ada jembatan penghubung pulau sumatera dan pulau Bangka seperti layaknya jembatan suramadu.

Memulai perjalanan pagi hari, diatas kapal kami terguncang-guncang oleh obak laut bangka (selat Bangka).  Setibanya di Bangka kita akan langsung disambut oleh megahnya Mercesuar Tanjung Kelian yang berada tak jauh dari pelabuhan Muntok.

A.  Mengenal Bangka

Gambar 2.  Mercesuar Tanjung Kelian.

            Mercesuar tanjung kelian adalah sebuah mercesuar yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia pada tahun 1862.  Mercesuar ini masih kokoh berdiri dengan kekuatan bangunan khas Belanda kuat, kokoh dan tanah lama.  Fungsi mercesuar ini tentu saja untuk menandakan bahwa kapal-kapal yang berlayar dari arah utara akan memasuki Selat Bangka.

Gambar 3.  Mercesuar Tanjung Kelian Menjadi Pusat Perhatian.

            Saat pertama kali sampai ke pulau Bangka kita akan tangjup betabah gagahnya bangunan mercesuar buatan belanda itu dan mercesuar tanjung kelian akan selalu menjadi perhatian utama serta akan selalu menarik perhatian bagi pelancong yang berkunjung ke pulau Bangka.

 

Gambar 4.  Makan Duren di Bangka.

            Kebetulan saat kami ke Bangka sedang musim duren atau durian dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.  Tanpa sungkan duren yang tersediah kami santap habis tak bersisah, duren Bangka menjadi hidangkan pertama sebagai penyambut kami setibanya di Bangka. Maknyus dan luar biasa.

 

Gambar 5.  Berjalan Menyelusuri Pantai Bangka.

            Selepas kenyang dan mabuk duren, apalagi yah yang enak dilakukan, tentu saja ke pantai, tidak lengkap rasanya bila ke Bangka tidak menikmati suasana pantai karena yang terkenal dari Bangka selain timah tentu saja pantainya.  Berempat kami keluar dari rumah menyusuri panjangnya pantai koba Bangka tengah, pantainya sepi dan sangat panjang dengan pasir yang lembut, angin laut berhembus di sore hari membuat suasana kearaban yang begitu luar biasa dalam menikmati indahnya sejah di pantai koba.

Gambar 6.  Melompat Kegirangan.

            Senang rasanya akhirnya rasa penasaran kami akhirnya terobati, Bangka sungguh indah, kami semua bahagia sehinngga melompat kegirangan sebagai refleksi diri yang sangat gembira akhirnya kesampaian bisa ke pulau Bangka yang indah.

 

Gambar 7.  Lok Thew (Kacang Hijau) dan Teh Fusoi (Kembang Tahu).

            Malam harinya kami diajak menikmati suasana malam di kota koba, kemudian diajak mencoba makanan yang asilnya khas cina namun karena telah terakumulasi budaya lokal menjadi sebuah ciri khas baru untuk bangka.  Di warung sederhana milik warga keturunan tionghoa yang lahir dan besar di Bangka kami menikmati bubur kacang hijau dan air kembang tahu yang dalam bahasa cina masing-masing disebut Lok Thew dan Teh Fusoi.

Gambar 8.  Menikmati Suasana Malam.

            Malam yang dingin di Bangka terasa hangat karena suasana kearkraban yang begitu ketal terasa bagaikan bubur kacang hijau hangat yang baru masuk ke tengorokan menghangatkan seluruh tubuh yang kedinginan, lebih manis lagi kemudian dengan menghirup manisnya kembang tahu, malam hangat dan manis itu sangat peka terasa, akan menjadi pengalaman dan kenangan yang sangat indah.

 

Gambar 9.  Pantai Biru Nan Indah.

            Pagi hari kembali kami menikmati pantai, suasana pantai di pagi hari tak kalah indah, birunya langit memantul kelautan ditambah hijaunya dedaunan membuat mata ini terobati dengan suasana asri yang sangat jarang dapat dilihat di tengah kota.

 

Gambar 10.  Ingin Memilikinya.

            Tenang, begitu tenang, suasana yang sangat damai, menghirup udara segar langsung dari lelautan luas, rasanya ingin ku memiliki semuanya, rasanya aku dapat memeluk dunia, dan tidak ingin pergi melangkah untuk kembali.

B.  Bangka dan Cina

Bangka adalah sebuah pulau yang luar biasa, Bangka memiliki daya tarik yang luar biasa, timahnya membuat semua bangsa tergiur datang ke Bangka, itulah yang membuat bangsa cina jauh-jauh dari dataran tiongkok berani pergi melawan ganasanya obat laut cina selatan guna sampai di negeri Bangka.  Orang cina tercatat sebagai salah satu suku bangsa pertama yang tiba di pulau Bangka, itulah yang menjadi alasan kenapa kita bisa melihat banyaknya kuil ataupun klenteng cina di pulau Bangka tidak hanya itu makanan, adat, budaya bahasa sampai wajah orang Bangka pun sudah banyak yang terakumulasi dengan budaya dari tiongkok atau cina.

 

Gambar 11.  Klenteng di Koba.

Gambar 12.  Klenteng atau Kuil di Bukit Fathin San.

Gambar 13.  Naga Salah Satu Simbol Kebudayaan Cina.

Gambar 14.  Kuil atau Klenteng di Pecinan Pangkal Pinang.

            Bangka adalah lambang pluralisme sejati, di sana semua orang berbeda ras, suku bangsa, warna kulit, dan agama bersatu menjadi satu.  Ada melayu, jawa, cina, batak, bugis, dll mereka semua berkumpul, bergaul, berbincang dan bercanda bersama tanpa pernah ada rasa curiga, iri dan dengki.  Itulah yang membuat Bangka selalu damai karena warganya menjunjung tinggi rasa persatuan, karena mereka sadar mereka satu yaitu orang Indonesia yang terlahir di Bangka yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

C.  Tahun Baru di Bangka

            Kebetulan, memang banyak kebetulan dalam perjalanan kami, saat kami mengujungi Bangka tepat di akhir tahun sehingga saat di sana kami bisa merasakan bagaimana suasana tahun baru di pulau Bangka.  Perjalanan yang sangat luar biasa, bonus dapat menikmati tahun baru di Bangka sangat langkah dan merupakan pengalaman yang hebat.

Gambar 15.  Barongsai Tahun Baru 2012.

            Sebagai daerah yang sangat kental kebudayaan cinanya maka tak heran saat malam tahun baru pun pentas lokal yang disajikan dalam menyambut atau memeriahkan malam pergantian tahun baru adalah Barongsai.  Barongsai tahun baru itu menemani kami dalam menikmati malam pergantian tahun di Bangka yang indah.

D.  Tempat Wisata Bangka

            Di Bangka kita tidak akan kesulitan untuk mencari tempat wisata khususnya wisata alam berupa pantai, pantai ada hampir diseluruh pulau Bangka karena jelas Bangka adalah sebuah pulau yang tentu saja dikelilingi oleh laut.  Pantai Bangka menebarkan seribu pesona, keindahan serta keunikan.  Semua jenis pantai ada di Bangka, mau pantai berpasir putih ada, pantai dengan garis pantai yang panjang ada, pantai jernih dengan laut yang biru ada, pantai yang berbatu-batu seperti di film laskar pelangi pun ada.

 

Gambar 16.  Pantai Tanjung Pesona.

Gambar 17.  Pantai Tanjung Pesona Yang Mempesona.

Gambar 18.  Pantai Yang Indah dan Mempesona.

Gambar 19.  Pantai Tanjung Pesona dengan Bebatuan Granik yang Beraturan dan Pasir yang Bersih dan Indah.

 

Gambar 20.  Dibalik Sana Ada Surga Yang Tersembunyi.

            Pantai tanjung pesona merupakan salah satu pantai dengan bentang alam yang indah dimana dari pantai ini dapat terlihat bentangan laut yang luas, indah kebiruan, disertai pasir yang bersih, lembut juga indah dan bebatuan granit yang tersusun rapi tampak sekali indah lukisan sang Ilahi Robbi.

 

Gambar 21.  Pantai Pasir Padi.

Gambar 22.  Pasir Pantai Pasir Padi Seolah Untaian yang Terrangkai Rapi Bagaikan Padi.

Gambar 23.  Pantai Batu Daun.

Pantai pasir padi adalah pantai rakyat yang menawarkan rangkaian pasir indah bagaikan padi yang teruntai.  Indah sekali.  Mengapa disebut pantai batu daun karena ada sebuah batu yang terletak tak jauh dari pantai dimana di atasnya ditumbuhi sebuah pohon berdaun hijau, sebuah keajaiban dan kebesaran tuhan dimana pohon bisa tumbuh diatas batu yang dibawahnya air laut dimana air laut yang berasa asin tersebut tidak cocok untuk pertumbuhan tanaman, tanaman bisa mati bila diberikan air asin namun tidak dipantai batu daun.

Gambar 24.  Pantai Matras.

            Pantai matras adalah primadonanya pantai di Bangka karena pantai ini sangat indah dengan pasir pantai yang putih bersih, lembut dan tentunya indah, selain itu biaya masuk ke pantai ini relatif murah itulah mengapa banyak warga yang senang dan suka menikmati akhir pekannya bersama keluarga di pantai matras.  Pantai matras sendiri telah dimanfaatkan sebagai objek wisata sejak jaman penjajahan belanda, dahulu konon katanya orang belanda gemar sekali mengunjungi pantai ini.

Selain bermain ke pantai kita juga bisa menikmati wisata religi di bukit Fathin San yang merupakan sebuah bukit yang sangat religious bagi orang keturunan tionghoah khususnya umat beragama budha, namun biarpun bukit ini kental akan kebudayaan cina terkhususnya untuk umat penganut agama budha warga lokal yang berbeda agama dan ras pun banyak yang mengunjungi tempat ini.  Dari atas bukit Fathin San kita dapat menikmati indahnya kota sungai liat diketinggian kurang lebih 200 mdpl, suasana asri dengan bentang alam yang masih alami begitu memanjakan mata kita yang sudah letih melihat suasana kota yang semeraut.  Bukit Fathin San yang indah merupakan Bukit Pluralisme, bukit ini merupakan simbol atau lambang bagaimana kebersamaan dan tegang rasa itu masih ada di bumi Indonesia, kita dapat saksikan langsung Bhineka Tunggal Ika di Bangka tepatnya di Bukit Fathin San.

Gambar 25.  Bukit Fathin San, Bukit Lambang Pluralisme.

E.  Bangka Kota Kolonial

Selain sebagai kota timah yang juga terkenal dengan wisata alam pantainya Bangka juga menyimpan sejuta kisah dari jaman kolonial, pulau stategis ini sudah lama menjadi sebuah tempat stategis bagi belanda dalam memperkuat kekuasaannya di bumi jajahan Nusantara.  Dari Bangka belanda menguras harta bangsa Indonesia, timah dikeruk dengan serakah, rakyat ditempat yang kaya menjadi miskin, kejamnya sang penjajah tidak peduli dengan rakyat jajahannya yang menderita dan tersiksa.

Di Bangka banyak kita temui bangunan-bangunan sisa peninggalan kolonialisasi belanda.  Bangka juga merupakan surga bangunan kuno di Indonesia, di Bangka orang-orang pengagum seni arsitektur akan sangat dimanjakan dengan keindahan dan keunikan bangunan-bangunan sisa kolonial yang tersebar hampir diseluruh pulau Bangka.

 

Gambar 26.  Wisma Timah Sungai Liat.

 

Gambar 27.  Perumahan PT. Timah yang Pernah Digunakan sebagai Lokasi Shuting FTV.

Gambar 28.  Salah Satu Rumah Petinggi/Pejabat PT. Timah di Jaman Belanda.

Gambar 29.  Rumah dengan Gaya Arsitektur Belanda yang Sangat Unik dan Indah.

Gambar 30.  Museum Timah merupakan Bekas Kantor PT. Timah di Jaman Belanda.

            Salah satu ikon bangunan sisa belanda di Bangka adalah gedung museum timah saat ini yang dahulu merupakan kantor PT. Timah di jaman belanda dan gedung museum ini juga sempat digunakan sebagai tempat rapat Bung Karno dan Bung Hatta serta para tokohIndonesia lainnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesiadari penjajah Belanda.

F.  Sholat di Masjid Jami’ Bangka

Di pangkal pinang bagi kaum muslim sempatkanlah untuk sholat di Masjid Jami’ Bangka.  Konon masjid jami’ Bangka di kota Pangkal Pinang merupakan masjid tertua di kota tersebut.  Bentuk bangunan masjid ini cukup unik dengan dikelilingi empat menara menjulang tinggi dan kokoh.  Masjid jami Bangka ini cukup besar dan terasa adem di dalamnya sehingga selepas sholat kita bisa istirahat sejenak di dalamnya.

Gambar 31.  Masjid Jami’ Bangka.

 

Gambar 32.  Masjid Jami’ Bangka dengan Menaranya yang Menjulang Tinggi.

G.  Hari Terakhir di Bangka

Hari terakhir di Bangka kami sempat mencoba menikmati satu lagi makanan khas koba yang diadabtasi dari makanan khas cina yaitu Panthiau.  Panthiau merupakan makanan yang terbuat dari ubi, seperti mie yang dimakan dengan kuah yang rasanya seperti kuah model Palembang serta dengan menggunakan pempek yang juga terbuat dari ubi.  Makanan khas yang memikat, kami yakin ini bukan kunjungan pertama dan terakhir kami ke pulau elok Bangka.  Suatu hari nanti kami akan kembali dan menikmati lagi keindahan Bangka. Amiiinnnn…

Gambar 33.  Panthiau.

 

Gambar 34.  Kami Berjanji Akan Kembali untuk Menikmati Keindahan Bangka yang Luar Biasa.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Wisata Pulau Bangka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s