MASJID SULTAN (MASJID AGUNG PALEMBANG)


MASJDI SULTAN
Gambar 1.  Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II kebanggan orang Palembang, Sumsel hingga Nusantara

Bicara Masjid Agung kota Palembang kita tidak bisa memisahkannya dari seorang Sultan kharismatik asal Palembang yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II, karena beliaulah sang pencetus berdirinya masjid ini. Konon katanya dari sumber arsip yang dapat dipercaya masjid ini sudah berdiri sejak abad ke 19 sekitar tahun 1880-an. Dahulunya masjid ini diberi nama Masjid Sultan karena sultanlah yang membiayai pembuatan dan sang pencetus pembuatan masjid ini, tapi seiring perkembangan waktu nama masjid ini berubah menjadi Masjid Agung karena masjid ini terlah menjadi Masjid Nasional dan merupakan masjid terbesar di wilayah Sumatera Bagian Selatan, akan tetapi nama Sultan Mahmud Badaruddin II tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya masjid ini oleh karena itu masjid ini pun sering dikenal dengan nama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II.

Dahulu kala Masjid Sultan atau Masjid Agung sekarang orang menyebutnya merupakan masjid terbesar di Nusantara yang sejak awal pembangunannya sudah terbuat dari dinding beton dan menurut cerita orang zaman dulu masjid ini dahulunya saat dibuat menggunakan putih telur sebagai perekat batu bata masjid karena dahulu belum ada semen sebagai perekat dan inilah yang menjadi rahasia betapa kokohnya majid ini hingga sekarang. Terlepas dari berbagai mitos tersebut memang sampai sekarang masjid ini tetap kokoh dan masih gagah berdiri walaupun usianya sudah lebih dari 1 abad. Selain dari itu menara Masjid Sultan ini juga dahulunya merupakan menara masjid tertinggi di Nuasantara dan sampai sekarang menara asli masjid ini masih tegak berdiri, walaupun fungsinya sebagai tempat berkumandang azan telah digantikan oleh menara baru yang lebih tinggi. Namun tetap saja pesona menara asli Masjid Sultan ini masih ada dan menjadi daya tarik tersendiri saat berkunjung ke sana karena bentuknya yang unik tak terlalu tinggi kira-kira 20 meter kurang lebih dan berbadan agak lebar menjadikan menara ini tekesan bogel, berbeda sekali dengan adiknya sang menara baru yang dibangun tahun 1990-an berperawakan  tinggi dan ramping.

Masjid ini sangat unik dari segi arsitekturnya karena memadukan 4 unsur budaya dalam pembangunannya, adapun 4 kebudayaan yang dicampur aduk jadi satu menjadi sebuah masjid yang begitu anggun dan kokoh ini adalah Arab, Cina, Eropa dan tentunya Melayu. Unsru Arab dapat kita lihat dari seni kaligrafi yang ada di Masjid tersebut, unsur Cina ada pada atap masjid yang mirip dengan klenteng khas Cina, unsru Eropa dapat kita temui pada struktur bangunan masjid yang tebal dan kokoh yang merupakan ciri dari bangunan Eropa di jaman itu yang memiliki struktur kokoh, kuat dan tebal, sedangkan unsur Melayu dapat kita temui dari mimbar dan mayoritas keadaan masjid yang bernuansa Melayu.

Masjid Sultan atau Masjid Agung memang terletak di kota Palembang, akan tetapi bukan hanya orang Palembang yang merasa memiliki masjid ini karena masjid ini merupakan kebanggaan semua orang baik orang Palembang, Sumatera Selatan hingga Nusantara. Tahun 2004 saat Palembang di beri kehormatan untuk menjadi tuan rumah PON semua infrastruktur di Sumsel termasuk Palembang tentunya direnovasi agar telihat semakin anggun saat tamu-tamu daerah lain datang ke sini dan tidak terkecuali juga Masjid Sultan, masjid ini direnovasi juga sehingga menjadi lebih indah dan besar.

Dan saat di Bulan Ramadhan seperti ini Masjid Sultan sangat ramai di datangi oleh para jemaah yang ingin melaksanakan sholat di masjid ini, tapi tak hanya orang-orang yang ingin beribadah saja yang datang ke masjid ini ada juga orang yang hanya ingin beristirahat dan ada juga yang hobi fotografi menjadikan masjid ini sebagai objek foto mereka. Inilah wajah Masjid Sultan sekarang masjid ini sangat ramai, banyak orang yang mengujunginya, bahkan para pelancong dari luar kota Palembang pun belum merasa ke Palembang kalau belum mengunjungi Masjid Sultan ini selain Jembatan Ampera kebanggaan orang Palembang dan Sumsel tentunya. Walaupun masjid ini ramai didatangi tapi tak mengurangi sedikitpun ke hikmatan orang saat melakukan ibadah di sana karena keadaan masjidnya yang sudah tertata dengan sangat rapih dan ini perlu untuk terus kita jaga.

Sungguh pastinya Sultan Mahmud Badaruddin II akan sangat bangga jika beliau masih hidup kalau melihat masjid buatannya sekarang sudah menjadi kebangga semua orang dan banyak orang yang senang untuk beribadah di sana.

By: Adrian Fajriansyah (17/08/2010)

Sumber: http//adrianbiger.bloger.com

Gambar 2.  Masjid Sultan yang asli adalah ini. Sedangkan Menara ramping di belakangnya adalah bangunan baru
Gambar 3.  Menara asli masjid sultan yang tampak kokoh dan anggun
Gambar 4.  Empat Unsur kebudayaan yaitu Arab, Cina, Eropa dan Melayu bersatu padu menjadi sebuah masjid yang sangat indah ini
By adrian fajriansyah 2010

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku, Indonesia Di Dada Ku, Sejarah Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s