Cahaya “Yang Kecil, Tapi” Terang


Manusia tercipta dengan banyak masalah, dan juga diciptakan untuk memecahkan setiap masalah karena tidak ada satu pun problem hidup yang tidak dapat diselesaikan.

Semua orang punya cita-cita yang ingin ia capai. Namun manusia juga mudah sekali untuk putus asa bila yang dikejar tak sampai.

Satu lagi sifat manusia adalah tak pernah puas dengan apa yang ada dan dimiliki saat ini. Manusia jarang berpikir untuk bersyukur dengan yang ada sekarang, namun manusia cenderung selalu berpikir bagaimana mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki sekarang.

Terkadang sebagai manusia kita bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar.

Tak pernahkah kita bayangkan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang ada di bawah kita, orang-orang yang lebih tidak beruntung dari kita. Sebagai manusia yang beragama sungguh tidak berakhlak kita bila selalu melihat ke atas, selalu ingin sama dengan apa yang dimiliki orang lain.

Boleh kita memiliki ambisi dan cita-cita menjadi sama dengan orang lain, tapi bukan bearti kita harus melupakan untuk bersyukur dengan yang ada saat ini di tangan kita.

Indonesia saat ini, orang-orang yang ada di Negeri ini sekarang semuanya punya satu ambisi memiliki apa yang tak mereka miliki. Korupsi akhirnya lahir dari keambisiusan itu.

Nusantara terdengar lagi tangismu, mengabarkan marah sang duka dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

Tapi yakinlah cahaya perubahan itu pasti masih ada dan akan menuntun kita menjadi Negara yang lebih baik.

—>>>

Melihat sebuah cahaya yang tak terlalu terang di malam gelap terpikir bahwa dengan sedikit kilauan ini hati jadi lebih tenang walaupun gelap disekitar lebih dominan.

Hebatnya sebuah cahaya, luar biasanya sebuah cahaya.

Manusia tidak akan bisa melihat bila tak ada cahaya yang masuk ke lensa mata.

Demikian pula cahaya kemuliaan dari yang maha kuasa apabila telah menyentuh mata nurani yang ada di dalam tubuh ini makan teranglah hati kita.

Kita akan melihat sebuah cahaya yang tak terang namun dapat menuntun. Kita dapat menujuh sebuah gerbang kecerahan lewat jalan yang dituntun dari sebuah cahaya.

Cahaya yang terlihat kecil dan sederhana namun bisa memberikan arah dan tujuan yang pasti menujuh sebuah alam kehidupan baru yang lebih berwarna dan indah.

Cahaya kecil yang tak terlalu terang itu masih ada di dalam lubuk hati kita.

Cahaya itulah yang akan mengajak kita menujuh ke arah kehidupan yang lebih baik.

Indonesia kelak pasti akan Jaya..!!!!!!!!!

By Adrian Fajriansyah 17/02/2011

Download Image
JPG, 850×638
Print Not Enabled
(Submit as Print)
Edit DeviationDelete Deviation

More from ~FajriTheDreamer

Featured in:

Not currently featured in any groups.

Share

Details

Submitted: 31m 58s ago
Image Size: 180 KB
Resolution: 850×638

Statistics

Comments: 0
Favourites: 1 [who?]
Views: 6 (6 today)
Downloads: 0 (0 today)

Camera Data

Make:SONY
Model:DSC-H50
Shutter Speed:10/1000 second
Aperture:F/3.2
Focal Length:12 mm
ISO Speed:100
Date Taken:Aug 30, 2010, 10:56:11 PM
Software:Adobe Photoshop CS2 Windows

2 Komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku

2 responses to “Cahaya “Yang Kecil, Tapi” Terang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s