Monthly Archives: September 2011

Haruskah Berdarah Lagi?


Haruskah Berdarah Lagi?

(Mengulang Duka G-30-S)

By Adrian Fajriansyah (27/09/2011)

            Siapa yang tidak kenal Diva Nusantara Aidit atau yang lebih kita kenal dengan nama DN Aidit, beliaulah yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas meletusnya pristiwa berdarah G-30-S dan melibatkan pula Partai Komunis Indonesia di dalamnya.  Terlepas dari benar atau tidaknya kisah sejarah atas keterlibatan DN Aidit dan PKI dalam meletusnya pristiwa berdarah pada tahun 1965 itu, Aidit tetaplah tokoh luar biasa yang pernah dilahirkan bangsa ini, setidaknya dalam kurun waktu singkat Aidit dapat mengembangkan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi partai yang disegani di Indonesia bahkan menjadi partai komunis terbesar ke tiga di dunia dengan dukungan masa yang konon pada tahun 1965 mencapai 3,5 juta pendukung, dan semua itu membuktikan bahwa Aidit bukanlah orang sembarangan.  Namun bukan hanya itu saja, ternyata pemuda kelahiran Belitong ini juga tidak bisa dilepaskan dari pergerakan revolusi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya karena menurut beberapa sumber sejarah yang jarang dipublikasikan Aidit merupakan salah satu tokoh pemuda Indonesia yang mendesak Bung Karno untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 di Rengasdengklok, Jawa Barat itu setidaknya membuktikan betapa Nasionalismenya jiwa seorang Aidit dalam usahanya melihat Indonesia untuk segera merdeka.    Bahkan Aidit pula yang menjadi orang pertama yang mengusulkan kepada Bung Karno untuk kelak bila negera Indonesia merdeka Bung Karnolah yang harus memimpin bangsa ini sebagai seorang Presiden Republik Indonesia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku

Jembatan Ampera (Ampera Bridge) Icon Of Palembang


Jembatan Ampera (Ampera Bridge) Icon Of Palembang

By Adrian Fajriansyah (25/09/2011)

Gambar 1.  Ampera Di Kalah Malam

            Jembatan Ampera merupakan suatu identitas yang otentik untuk Kota Palembang.  Palembang adalah Ampera dan Ampera adalah Palembang.  Kesehariaan warga Palembang pasti tidak lepas dari jembatan ini karena Jembatan Amperalah penghubung utama di pusat Kota Palembang antara daerah hulu ke hilir pun sebaliknya dari hilir ke hulu.  Tidak bisa dibayangkan apabila Ampera tidak ada, pastinya kehidupan warga Palembang akan sangat terganggung; arus ekonomi Palembang akan terhambat karena perputaran uang melalui Jembatan Ampera terjadi setiap hari antara hulu ke hilir dan sebaliknya; para pegawai akan terhambat waktu kerjanya karena hanya Ampera yang dapat menghubungkan rumah ke tempat kerjanya; demikian pula pelajar dan mahasiswa yang sekolah dari hilir ke hulu atau sebaliknya hulu ke hilir akan sangat terganggu dan menghambat waktu tempu untuk menuntut ilmu bila Ampera tidak ada.  Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku

Pesona Palembang


Pesona Palembang

(By Adrian Fajriansyah 16/09/2011)

 

Gambar 1.  Pesona Palembang

            Akhir-akhir ini marak diberitakan di media masa elektronik maupun cetak mengenai kasus suap atau korupsi wisma atlet Sea Games 2011 di Palembang.  Tidak usahlah kita pusing-pusing membahas masalah “orang besar berkerah putih” tersebut.  Daripada dibuat pusing oleh berita yang tidak ada habisnya itu lebih baik kita bercerita mengenai pesona Palembang sebagai salah satu host Sea Games 2011.  Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku