Pameran Arkeologi Palembang 2011


Pameran Arkeologi Palembang 2011

(By Adrian Fajriansyah 13/11/2011)

Gambar 1.  Patung Dewi Berselendang Salah Satu Koleksi Di Halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

            Malam tanggal 10-11-11 bertepatan dengan Hari Pahlawan Indonesia, saat itu dibuka pula Pameran Arkeologi Palembang 2011 yang bertempat di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.  Bagi para pemerhati sejarah atau suka pada bidang sejarah tentunya moment ini tidak bisa dilewatkan karena ini merupakan kesempatan langkah, acara ini sendiri berlangsung sangat singkat yaitu dari tanggal 10-13 November 2011.

 

Gambar 2.  Tenda Tempat Pameran Arkeologi Palembang 2011

            Pameran Arkeologi Palembang 2011 sangat memanjakan para pengunjungnya karena setiap pengunjung yang hadir langsung ke acara pameran ini akan diberikan 3 buah buku sejarah yang sangat bagus sekali isinya yaitu Buku Ekspedisi Sriwijaya (Bambang Budi Utomo), Jurnal Siddhayatra (Balai Arkeologi Palembang) dan Bengkulu Riwayatmu Dulu (Agus Setiyanto) tentunya ini sangat menyenangkan bukan, kita bisa mendapat tambahan ilmu dari melihat koleksi-koleksi yang ditampilkan pada pamera arkeologi ini juga kita diberikan buku secara gratis.

Gambar 3.  Awal Masa Pradaban Di Asia Tenggara

            Bagi kalian yang ingin tahu lebih banyak bagaimana perkembangan peradaban di Asia Tenggara dan Indonesia dari masa pra sejarah hingga masa kerajaan-kerajaan di Nusantara maka pameran arkeologi ini merupakan tempat yang sangat tepat untuk menimbah ilmu lebih banyak selain itu kalian akan mendapatkan buku secara cuma-cuma yang tentunya dapat menambah ilmu juga koleksi buku anda di rumah.

Gambar 4.  Buku Yang Dibagikan Secara Gratis Oleh Pihak Panitia Pameran Arkeologi Palembang 2011

            Pameran Arkeologi Palembang 2011 sendiri menyajikan berbagai benda koleksi masa pra sejarah hingga masa kerajaan-kerajaan di Nusantra beserta penjelasan yang ditampilkan berdampingan pada tiap koleksi dengan penjelasan yang sangat menarik.

Gambar 5.  Salah Satu Koleksi Di Pameran Arkeologi Palembang 2011

 

Gambar 6.  Peralatan Bercocok Tanam Di Masa Lalu

 

Gambar 7.  Penjelasan Yang Disampaikan Sangat Menarik

Gambar 8.  Suasana Di Dalam Tenda Pameran Arkeologi Palembang 2011

 

Gambar 9.  Cerita Pra Sejarah

            Adapun koleksi-koleksi yang ada di Pameran Arkeologi Palembang 2011 adalah mulai dari masa awal jaman perunggu yang di mulai dari kebudayaan Dongson di Vietnam lalu mengitari Sungai Mekong kemudian peradaban bercocok tanam di Asia Tenggara termasuk Indonesia mulai dari cara pengairan sampai alat-alat yang digunakan pada masa pra sejarah, ada juga tentang peradaban kubur batu pada masa pra sejarah bagaimana manusia pra sejarah mengubur jenazah ke dalam dolmen, waruga ataupun ke dalam sebuah guci adapun guci jenazah itu sendiri dapat anda saksikan langsung di pameran tersebut dimana keberadaannya sedikit menyeramkan karena dahulu di isi dengan jenazah, kemudian selanjutnya terdapat pula beberapa koleksi sisa jaman kerajaan-kerajaan di Nusantara mulai dari tembikar sampai ke beberapa kendi buatan Majahpahit, di luar tenda utama tempat Pameran Arkeologi Palembang 2011 masih ada beberapa koleksi yang ternyata jauh lebih menyeramkan yaitu replica gua harimau (di OKU) dimana di dalamnya terdapat 3 kerangka jenazah manusia purba yang masih utuh, tahukah anda gua harimau merupakan tempat ditemukannya kerangka manusia purba terlengkap dan terbanyak individu manusia purba yang ditemukan yaitu sekitar 35 kerangka manusia purba, gua harimau saat ini merupakan situs penguburan manusia purba di dalam gua terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, selain itu di gua harimau juga ternyata ditemukan beberapa lukisan yang dibuat oleh manusia purba dan ini merupakan temuan lukisan buatan manusia purba kedua setelah di Sulawesi dan pertama di Sumatera.  Gua harimau ini sendiri baru ditemukan sekitar tahun 2008, penelitian lebih intensif dilakukan pada tahun 2009 sampai sekarang itulah mengapa koleksi-koleksi yang ditemukan di situs gua harimau masih segar dan jarang kita lihat sebelumnya seperti yang sudah sering kita lihat dan baca dibuku-buku sejarah karangan lama.

Gambar 10.  Guci Tempat Menyimpan Jenazah

Gambar 11.  Kendi Majapahit

 

Gambar 12.  Pintu Ke Luar Pameran Arkeologi Palembang 2011

Gambar 13.  Tempat Replika Gua Harimau

Gambar 14.  Cerita Tentang Gua Harimau

Gambar 15.  Tiga Kerangka Di Dalam Gua Harimau

            Di kompleks Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sendiri terdapat beberapa situs jaman purbakalah dan jaman Sriwijaya yang dipanjang di halaman museum, terlihat sedikit memperhatikan memang bagaimana peninggalan jaman purbakalah hanya “terkapar” dihalaman museum dimana keadaan seperti ini sangat rawan dimana bisa saja orang-orang yang tidak bertanggungjawab merusaknya dengan cara dicoret-coret atau bahkan dicuri.

 

Gambar 16.  Patung Ganesha Di Halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

            Koleksi peninggalan jaman purbakalah dan Sriwijaya itu sendiri merupakan arca-arca asli yang sangat disayangkan dibiarkan terletak diluar ruangan, arca asli yang terletak di luar ruangan memiliki resiko tinggi terjadinya kerusakan pada bentuk dari arca tersebut karena air hujan dan panas terik dapat sedikit demi sedikit merusak bentuk dari arca tersebut, usulan dari kami sebaiknya arca itu diletakan di dalam ruangan agar bisa lebih terlindungi dan terawat dari tangan-tangan jahil dan keadaan cuaca yang tak menentu.

Arca peninggalan pra sejarah jaman purbakala dan Sriwijaya yang ditemukan terdiri dari sebuah batu Ganesha raksasa, sebuah batu Ganesha mini, lalu sebuah patung gajah raksasa yang bentuknya tak utuh lagi mirip seperti patung Ganesha, kemudian tidak jauh dari patung-patung berbentuk gajah tersebut di sebelah timur museum terdapat sebuah patung raksasa berukuran hampir 2 meter yang mengambarkan sosok dewi menggunakan selendang dari mitologi buddah, patung dewi itu sendiri ditemukan pertama kali di Bukit Siguntang yang merupakan pusat agama di jaman Kerajaan Sriwijaya diyakini patung dewi itu merupakan sisa dari sebuah komplek ibadah di jaman Kerajaan Sriwijaya.

Banyak dari pemerhati sejarah yang menyayangkan keberadaan patung-patung atau arca-arca bersejarah itu yang diletakan di luar ruangan, bahkan ada usulan yang meminta pemerintah untuk mengembalikan keberadaan patung-patung atau arca-arca tersebut ketempat asalnya terutama patung dewi yang ditemukan di Bukti Siguntang.  Konon menurut info yang pernah saya baca pernah ada usulan dari umat buddah yang menginginkan agar patung dewi berselendang tersebut dikembalikan ke Bukit Siguntang.

Terlepas dari semua itu kita dari generasi muda harus berkontribusi nyata seperti menghormati dan menjaga semua harta sejarah yang ada di Indonesia karena Bung Karno pernah berpesan “JAS MERAH” yang artinya jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Dan jangan lupa pula dengan slogan yang berbunyi demikian bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah dan pahlawannya.

Bangsa yang besar bisa menghargai pahlawannya

Bangsa yang besar bisa memahami sejarah bangsanya

Bung Karno pun berpesan kepada generasi muda

Agar kita jangan sekali-sekali melupakan sejarah

Tinggalkan komentar

Filed under Berita UpDate

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s