POTRET PALEMBANG 2012


POTRET PALEMBANG 2012

(By Adrian Fajriansyah 29/05/2012)

Gambar 1.  Kaca patri baru yang membuat interior Masjid Agung Palembang semakin indah.

            Lagi bingung mau nulis apa, dari pada bingung enakan saya share foto keadaan kota Palembang yang sangat saya cintai ini, sekalipun tanah kelahiran kita penuh kekurangan kita sabagai orang yang lahir dan besar dari tanah tersebut harus tetap mencintainya.  Jangan pernah menyalahkan keadaan, mari bergerak menciptakan perubahan, jangan cuma mengeluh, kita harus turut serta membangun tanah kelahiran kita untuk kebanggaan kita di masa yang akan datang.  Tunjukan pada dunia kalau kita ada kontribusi.  Jangan pernah tanyakan apa yang telah Negara berikan kepada mu, tanyakan pada diri sendiri apa yang telah anda berikan pada Negara ini.  Orang yang memahami sejarah akan lebih mencintai Negara tanah kelahirannya bukan malah sebaliknya, orang yang memahami sejarah akan lebih menghargai jasa para pejuang bangsa dan negaranya yang telah rela mati untuk merdeka. 

            Di dalam kitab suci agamaku pun berkata bahwa umat manusia tidak boleh lari dari perang, bila suatu tempat yang kita tinggali sedang dalam keadaan perang maka wajib bagi kita untuk ikut serta berjuang membela tempat tersebut, dalam hal ini adalah Negara tempat kita tinggali, apabila kita lari dari keadaan tersebut maka dosa besar yang akan kita dapati.  Secara tidak langsung agama juga menyuruh kita untuk mencintai Negara tempat kelahiran kita.  Ingatlah mengelilingi dunia dan melihat keadaan Negara lain di luar sana justru akan semakin menumbuhkan rasa cinta kita pada tempat asal kita bukan sebaliknya, kalau pun memang tempat asal kita tidak lebih baik dari tempat yang kita kunjungi maka itu justru menjadi motivasi kita untuk membuat tempat asal kita setara bahkan lebih baik dari tempat yang sedang kita kunjungi.  Ayo berkontribusi dan jangan Cuma mencaci !!!

Gambar 2.  Salah satu sisi Masjid Agung Palembang, masjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada tahun 1738.

Gambar 3.  Dua menara Masjid Agung Palembang.

Gambar 4.  Bangunan asli Masjid Agung Palembang sebelum terjadi penambahan bangunan di bagian belakangnya.

Gambar 5.  Eksterior Masjid Agung Palembang.

Gambar 6.  Kantor Ledeng (di jaman Belanda) saat ini menjadi Kantor Walikota Palembang.  Master plan bangunan ini dirancang oleh Ir.  Th. Karsten Llu kemudian dibangun pada tahun 1928 selesai pada tahun 1931 di mana didirikan dengan gaya de Stijl yaitu memiliki bentuk dasar kotak dengan atap datar, adapun biaya pembangunan bangunan ini menghabiskan ± 1 ton emas.  Tujuan pembangunan menara ledeng ini adalah untuk menampung air bersih guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Belanda yang banyak tinggal di Palembang saat itu.

Gambar 7.  Aktivitas pagi di Kambang Iwak Palembang.

Gambar 8.  Danau Kambang Iwak Palembang.  Kambang Iwak (KI) adalah kolam retensi pertama peninggalan Belanda.  KI dibangun sekitar awal abad 20.  Tujuan pembangunannya adalah sebagai kolam penampungan air untuk mengendalikan banjir di daerah perumahan elite Talang Semut yang dahulu merupakan komplek perumahan elite warga Belanda yang banyak bermukim di Palembang.  Kolam retensi KI diyakini para sejarahwan memiliki keterkaitan dengan sungai Musi hal ini dikarenakan apabila sungai Musi surut (turun) maka permukaan KI pun ikut surut dan jika sungai Musi pasang (naik) maka permukaan KI pun ikut pasang juga, peristiwa tersebut dapat terjadi menurut para sejarahwan dikarenakan adanya terwongan air bawah tanah yang menghubungi KI dengan sungai Musi.

Gambar 9.  Jembatan Putri Rambut Selako di Kambang Iwak Palembang.

Gambar 10.  Track Joging di Kambang Iwak Palembang.

Gambar 11.  Rimbunnya pepohonan di Kambang Iwak Palembang.

Gambar 12.  Gereja Ayam atau Gereja Immanuel Palembang, gereja ini cukup unik dengan adanya penunjuk arah angin yang berbentuk ayam di atasnya sehingga orang-orang banyak yang menjulukinya dengan nama gereja ayam.  Gereja ayam memiliki nama resmi GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat) adalah bagian dari GPI (Gereja Protestan Indonesia) yang dulunya bernama Indische Kerk.  Teologi Gereja ini didasarkan pada ajaran Reformasi dari Yohanes Calvin, seorang Reformator Prancis yang belakangan pindah ke Jenewa (Swiss) dan memimpin gereja di sana.  GPIB didirikan pada tanggal 31 Oktober 1948 yang pada waktu itu bernama resmi “De Protestantse Kerk in Westelijk Indonesie”.

            Foto di atas adalah keadaan di kota Palembang dan merupakan tempat atau pun bangunan yang cukup bersejarah di kota Palembang.  Semoga dapat menjadi potret nostalgia kalian akan indahnya Palembang.

2 Komentar

Filed under Wisata Palembang, Wisata Sejarah Palembang

2 responses to “POTRET PALEMBANG 2012

  1. baru nemu website ini, keren tulisanmu. Awalny nak ngmong, wow, pengen kenal sm penulisnyo, ternyata kawan dewek. Tulisan yang disanding dengan foto-foto indah, bener-bener bikin aku lebih mencintai tempat dewek, palembang. Bravo adrian!!!

    • adrian10fajri

      hehehe..

      Koq biso ketemu dak sengajo cak ini yohh..🙂

      thanks buat komennya..

      selamat menikmati yah..

      Palembang pasti jaya.. hehehe ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s