Tanggai Dance Original from Bumi Sriwijaya


TARI TANGGAI

LAMBANG KERAMAHAN ORANG SUMATERA BAGIAN SELATAN

(by Adrian Fajriansyah 25/09/2012)

Gambar 1.  Tari Tanggai, tari persembahan tuan rumah kepada tamunya.

PALEMBANG.  Traveler dan sahabat Pesona pada trip kita kali ini, aku akan memperkenalkan salah satu kebudayaan yang melembangkan keramahan suatu daerah.  Hari Minggu, tanggal 16 September 2012, aku diajak oleh pamanku untuk berkunjung kesuatu acara pernikahan di kampungnya.  Acara pernikahan di kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya selalu menampilkan sebuah pertunjukkan kebudayaan, yaitu sebuah tari yang bernama Tari Tanggai. 

Gambar 2.  Tari Tanggai adalah tari yang menyelaraskan keanggunan busana, kegemulaian gerak tari dan kelentikan kuku jari penarinya.

Gambar 3.  Busana penari Tanggai berbeda-beda pada setiap daerah, tapi tetap menampilkan keanggunan busana khas Sriwijaya.

            Tari Tanggai ini tidak pernah ketinggalan dalam setiap jamuan acara yang diselenggarakan oleh masyarakat Sumatera Selatan, dari pejabat hingga kalangan orang-orang menengah ke bawah.  Tari Tanggai selalu ditampilkan pada setiap awal sebuah acara.  Aku jadi penasaran, kenapa tarian tersebut tampak begitu sakral oleh masyarakat yang tinggal di daerah Sumatera Selatan.  Rasa penasaran itu membawakku pada sebuah pencarian akan arti dan filosofi dari Tari Tanggai.

Gambar 4.  Tanggai artinya kuku, yang mengharuskan kelentikan kuku jemari para penarinya, sebagai lambang penyambutan pada setiap tamu yang hadir.

Gambar 5.  Tari Tanggai selalu dipertunjukkan sebagai acara pembuka tiap jamuan acara masyarakat Sumatera Selatan, dari pejabat tinggi hingga kalangan orang-orang menengah ke bawah.

            Menurut beberapa artikel yang menjadi refrensiku, tentang pembahasan mengenai Tari Tanggai, ternyata tarian tersebut bukanlah eksklusif milik warga Palembang.  Tari Tanggai dipertunjukkan hampir diseluruh daerah wilayah Sumatera Selatan, bahkan juga dipertunjukkan hingga daerah Lampung, tepatnya etnis Ranau (Lampung, Ranau dan Komering).  Kesamaan budaya dihampir semua wilayah Sumatera Bagian Selatan ini, telah meyakinkanku betapa kuatnya pengaruh Kerajaan Sriwijaya di masa lalu, sebuah kerajaan maritime terkuat dari Palembang yang pengaruhnya hingga keseluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

Gambar 6.  Tari Tanggai adalah refresentasi keramahan adat istiadat masyarakat rumpun Sumatera Bagian Selatan dalam menyambut tamunya.

Gambar 7.  Tari Tanggai biasanya dibawakkan oleh 5 penari, namun untuk skala tempat acara yang lebih kecil bisa dilakukan hanya dengan 3 penari saja.

Tari Tanggai diyakini adalah sebuah tarian penyambutan tamu yang telah dipertunjukkan sejak jaman Raja-raja Sriwijaya.  Saat kerajaan Sriwijaya runtuh, tari etnik peninggalan Sriwijaya tersebut masih dipertunjukkan oleh semua masyarakatnya yang hidup terpisah-pisah, disemua wilayah Sumatera Bagian Selatan.  Masyarakat Sriwijaya menganggap Tari Tanggai sebagai sebuah cermin keramahan, dari masa ketika kerajaannya masih berjaya, yang harus terus dipertahankan sampai kapan pun jua.

Gambar 8.  Konon katanya Tari Tanggai sudah ada sejak jaman Raja-raja Sriwijaya dahulu kala.

Gambar 9.  Tari Tanggai hampir dipertunjukkan di seluru wilayah Sumatera Bagian Selatan, dengan busana dan musik pengiring yang berbeda-beda dari setiap daerah.

Tanggai secara harfiah bearti kuku.  Saat menarikan Tari Tanggai para penarinya menggunakan kuku-kuku palsu lentik yang terbuat dari tembaga.  Penari Tanggai biasanya berjumlah 5 orang, namun ada pula yang hanya berjumlah 3 orang penari dalam skala acara yang lebih kecil.  Selain kuku palsu, perlengkapan lain Tari Tanggai adalah pakaian khas daerah (songket), dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako dan kembang goyang.  Inti dari Tari Tanggai adalah keharmonisan antara keanggunan busana para penari, kegemulaian gerak tari dan kelentikan kuku-kuku penarinya, sebagai lambang bahwa tuan rumah dengan ramah telah menyambut tamunya yang datang berkunjung dengan penuh rasa hormat, menghargai dan sayang.

Gambar 10.  Tari Tanggai adalah salah satu tari etnik tradisional khas dari wilayah Sumatera Bagian Selatan, sebagai generasi penerus bangsa kita harus menjaga dan melestarikannya.

Gambar 11.  Jangan sampai tari yang indah dan anggun ini hilang ditelan waktu dan jaman, di tengah-tengah hingar bingar gaya busana, musik dan tarian asing yang semakin hari kian merajalela di Indonesia.

Keunikan dari Tari Tanggai adalah pakaian khas daerah dari tiap daerah pasti berbeda-beda, pun demikian lagu pengiring di setiap daerah juga tidak pernah sama, namun perbedaan tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu keramah-tamaan dalam menyambut tamu.  Perbedaan dalam mengekpresikan gaya seni dari setiap daerah, dituangkan dalam mempertontonkan pertunjukkan seni yang tidak sama dari tiap daerah.

Gambar 12.  Entah sampai kapan Tari Tanggai akan terus menyambut tamu di Bumi Sriwijaya, kalau saja para generasi penerus semakin melupakannya, bukan tidak mungkin tidak ada lagi tanggai yang lentik menyambut tamu pada acara-acara jamuan pesta di Tanah Sriwijaya.

Gambar 13.  Jangan sampai Tari Tanggai digantikan oleh tari-tarian asing ala Korea macam Gangnam Style,yang menghiasi penyambutan tamu pada acara pesta yang diselanggarakan oleh masyarakat di Bumi Sriwijaya.

Tari Tanggai ini sangat anggun dan indah.  Untuk menyaksikan tariannya dalam versi etnik aslinya sudah sangat sulit ditemukan saat ini.  Sepertinya pihak keseniaan Sumatera Selatan punya PR, untuk melestarikan musik dan gerak tarian asli Tari Tanggai yang sesungguhnya.  Agar generasi sekarang tidak hanya dapat menikmati Tari Tanggai dalam satu versi modern saja.

Gambar 14.  Tari Tanggai adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia, kebanggaan masyarakat Bumi Sriwijaya dan Indonesia, identitas diri kita sebagai orang Indonesia.  Mari lestarikan setiap budaya tradisional yang ada didaerah kita masing-masing, jangan sampai kekayaan itu hilang dan dilupakan.

Dan menurutku perbedaan itu sangat indah.  Coba bayangkan bila warna hanya ada satu, putih atau hitam saja.  Coba bayangkan bila wajah semua umat manusia sama, bagaimana kita dapat membedakannya?  Coba bayangkan bila rasa itu hanya satu, manis, pedas atau pahit saja.  Coba bayangkan semua yang hidup di dunia semuanya sama.  Tentu hidup akan terasa hambar bila semuanya sama.  Bukankah Tuhan dalam firmannya menciptakan manusia dari berbagai macam ras agar kita saling kenal dan mengenal, itu semua karena Tuhan menyukai perbedaan.  Perbedaan akan membuat hidup lebih bewarna, makanan menjadi lebih berasa dan cerita menjadi lebih bermakna.  Perbedaan itu sangat indah.  Dan Tuhan sangat suka dengan keindahan.

Perbedaan dalam berkreasi tampaknya sebuah akar tradisi demokrasi yang telah ditanam sejak masa Kerajaan Sriwijaya.  Aku yakin dahulu Raja-raja Sriwijaya telah memberikan hak kebebasan yang bertanggungjawab kepada semua warganya dalam berekpresi, itulah salah satu faktor yang membuat Raja-raja Sriwijaya dicintai rakyatnya, sehingga kerajaan tersebut mampu berjaya hingga beberapa abad lamanya.

Sekarang akar tradisi Sriwijaya berupa Tari Tanggai terus tetap dipertahankan oleh masyarakatnya, di tengah hingar bingar dan gemerlap gaya tari dan busana dari Negara asing yang secara bombardir “menyerang” Indonesia.  Entah sampai kapan Tari Tanggai akan terus dipertunjukkan di depan tamu undangan di setiap jamuan acara rakyat Sumatera Bagian Selatan.

Kita sebagai generasi penerus bangsalah, yang menjadi ujung tombak pelestarian semua tradisi kebudayaan masa lalu tersebut, kalau tidak kita siapa lagi yang akan mempertahankannya??  Jangan sampai Tari Tanggai, tari penyambutan tamu kebanggaan masyarakat Sumatera Bagian Selatan, digantikan oleh tarian asing ala Korea seperti Gangnam Style, kalau itu sampai terjadi, di mana lagi kebanggaan kita sebagai orang Sumatera Bagian Selatan???, sebagai orang Indonesia yang katanya kaya akan tradisi dan kebudayaan tradisional???

25 Komentar

Filed under Catatan Pikiran Ku, Dunia Fotografi, Kisah Dan Pengalaman Ku, Sejarah Dunia

25 responses to “Tanggai Dance Original from Bumi Sriwijaya

  1. Ulasan yang cantik, secantik tarian dan foto2nya🙂
    Kebetulan sekali, tgl 11 November, di kota tetangga Erlangen, kami akan tampil memainkan Angklung dan menampilkan dua tarian yaitu Yapong dan Tanggai.

    • adrian10fajri

      oohh yah… kebetulan banget yah,, saya jadi pengen nntn tari tanggai di maenkan di negeri orang.. bangga banget sebagai org Indonesia..

      terima kasih terlah berkunjung ^_^

  2. Palembang …. indahnya, pengen kapan kapan kesana🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s