KEMERIAHAN PESTA TAHUN BARU 2013 DI HI


KEMERIAHAN PESTA TAHUN BARU 2013 DI HI
Pesta Tahun Baru, Kawasan Bundaran HI Dipenuhi Lautan Manusia
(By Adrian Fajriansyah 01/01/13)

Kembang Api Menghiasi Langit Di Sekitaran Bundaran HI Saat Malam Tahun Naru 2013

Foto/Adrian Fajriansyah
Kembang Api tahun baru 2013 memeriahkan langit di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (01/01).

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang menjadi tempat puncak pesta Jakarta Night Festival dipenuhi lautan manusia. Meskipun hujan turun sepanjang malam itu, masyarakat tetap berjubel menanti detik-detik pergantian tahun dari 2012 ke 2013 di Bundaran HI, Jakarta, Senin (31/12).

Malam itu menjadi pesta semua rakyat, miskin-kaya, pejabat-rakyat biasa, tua-muda, pria-wanita, dan warga lokal-pendatang, bahkan warga asing berdatangan memenuhi sepanjang ruas jalan Car Free Night, untuk menikmati acara pergantian tahun di sana.

Di sepanjang kawasan Car Free Night ada 16 panggung yang menyelenggarakan beragam pertunjukan, dari budaya lokal hingga mancanegara. Dari semuanya, panggung Bundaran HI (panggung 7) yang terbesar dengan ukuran sekitar 10 x 4 meter. Hal itu wajar, karena area tersebut menjadi tempat utama puncak pesta pergantian tahun di Jakarta.

Belasan hingga puluhan seniman, musisi, dan artis ibukota memeriahkan acara di tiap panggung. Di panggung Bundaran HI, beberapa arti nasional seperti Babendjo Band, Boiyen, Aliza, V_DJ, Super Girlies, dan Agung Hercules, serta Zebra Metro Voice dari Polwan Metro Jaya, memeriahkan acara malam pergantian tahun baru di sana. Tidak hanya pertunjukan musik, di panggung Bundaran HI juga menampilkan beberapa tarian tradisional, seperti tarian Betawi dan tarian Sajojo asal Papua yang menyambut tahun baru untuk wilayah Indonesia bagian timur.

            Puncak acara di kawasan Bundaran HI adalah ketika tibanya iringan karnaval dan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sekitar pukul 23.00. Setibanya di sana, Jokowi memberikan beberapa kata sambutan kepada semua masyarakat yang hadir di sana.

Jokowi juga memimpin hitungan mundur menuju tahun baru di kawasan Bundaran HI. Ketika tahun baru 2013 tiba, sontak kembang api menyala-nyala menerangi langit sekitaran Bundaran HI dan suara trompet bersaut-sautan dari arah kerumunan masyarakat. Masyarakat yang tidak ingin melupakan momen itu, mengabadikannya dengan kamera foto dan ponsel masing-masing.

            Uniknya meskipun diguyur hujan hampir sepanjang waktu berlangsungnya acara, masyarakat tetap antusias memadati area tersebut. Sebagian dari mereka, yang sudah siap akan turun hujan, datang dengan membawa payung. Sedangkan yang tidak membawa payung, berteduh dan menggunakan kantong plastik menutupi kepalanya.

            Bundaran HI malam itu sangat padat, bahkan terjadi kemacetan manusia dibeberapa titik kawasan tersebut. Kemacetan manusia itu, karena adanya dua arus pergerakan manusia di satu jalur, sebagian ingin masuk ke wilayah dekat air mancur HI dan sebagian lagi menuju ke luarnya.

Kepadatan tersebut, membuat masyarakat saling mendorong untuk bisa bergerak, beberapa orang sempat tergencet dan terjadi cekcok antar mereka di sana. Beberapa orang yang tidak sanggup menghadapi suasana seperti itu jatuh pingsan, untungnya ada pihak keamanan panggung yang sigap membopongnya ke tempat pelayanan medis.

Jakarta Night Festival yang baru diselengarakan tahun ini, menjadi alasan semangat dan antusias masyarakat untuk berbondong-bondong datang, walaupun tempat tersebut sangat padat dan diguyur hujan. “Saya penasaran ingin melihat kembang api dan artis-artis lokal yang akan tampil,” kata Ari Bungkatno (30), pengunjung asal Bogor, saat diwawancarai sebelum berlangsungnya puncak acara.

Beberapa dari mereka bahkan rela berjalan kaki belasan kilometer untuk menuju ke lokasi berlangsungnya acara tersebut. “Saya jalan kaki dari Blok M, berangkat pukul 18.00, sampai di sini (Bundaran HI) pukul 20.00,” tutur Adi Sunaryo (20), warga Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Ketokohan Jokowi pun menjadi alasan beberapa masyarakat antusias untuk datang menonton Jakarta Night Festival. “Saya pengen lihat Pak Jokowi langsung di sini,” ungkap Solihin (25), warga Harmoni, Jakarta Pusat, yang aslinya asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sebagian lainnya, ingin menikmati suasana kemeriahan berbeda, yang jarang ada di Jakarta. “Kalau melihat kembang api dan artis tampil itu sudah biasa, tapi kemeriahan suasana seperti inilah yang menarik dan berkesan,” kata A Yudi Cipto Nugroho (26), warga Cililitan, Jakarta Timur.

Sementara itu, panggung MRT (panggung 6), berbeda dengan panggung lainnya, karena lebih menonjolkan kebudayaan Betawi. Berbagai seni tradisional khas Betawi, yakni gambang kromong, tanjidor, lenong, silat, dan tarian Betawi ada di sana. Uniknya beberapa dari kesenian Betawi seperti gambang kromong dan tanjidor dikolaborasikan dengan musik jazz. “Kami ingin menunjukkan bahwa kebudayaan Betawi bisa menerima dan berkolaborasi dengan kebudayaan dari luar (asing),” kata Alex AC (47), Show Director panggung MRT.

2 Komentar

Filed under Berita Dari Jakarta

2 responses to “KEMERIAHAN PESTA TAHUN BARU 2013 DI HI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s