Teater BalakSong: Saat Kebenaran dan Kesalahan Disejajarkan


Teater BalakSong: Saat Kebenaran dan Kesalahan Disejajarkan
(By Adrian Fajriansyah 06/12/12)

TEATER POPULER BALAKSONG 2012

Gambar. Dari kiri ke kanan: Ajudan Jenderal Eks Napi Revolusioner (paling kiri), Jenderal (kedua dari kiri), Komandan Penjara (tengah), dan Intel Kota (kanan), saat pementasan Teater BalakSong yang disutradarai oleh Slamet Rahardjo Djarot, di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (6/12) malam.

Tiba-tiba lampu lampu dimatikan dan sejenak ruangan menjadi gelap. Sesaat kemudian, cahaya orange dari atas panggung tiba-tiba menyinari tempat pentas.  Deerrrum… deerrum.. derrumm.. terdengar suara menghentak dari alat musik yang dipukul berirama, lalu dari belakang pintu kecil yang ada di panggung, masuk beberapa orang bermimik ceria menari dan bernyanyi Olealele.. Olele ole galang-galang.. Oo rambaya ee… Diiringi tarian dan nyanyian itu, disampaikan sebuah prolog oleh seseorang bersuara lantang sebagai awal dimulainya pementasan seni teater berjudul “BalakSong” yang disutradarai oleh Slamet Rahardjo Djarot (63) di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (6/12) malam.

Sandiwara rakyat itu adalah hasil adaptasi karya Slamowir Mrozek dari Polandia sekitar tahun 1950an pasca Perang Dunia ke II ini, dilakoni oleh HMBC Rikrik Rizkyana sabagai Komandan Penjaga Penjara, Boedi Jarot sebagai Napi Eks Revolusioner dan Ajudan Jenderal, Andi Bersama sebagai Intel Kota, Kiki Narendra sebagai Jenderal, Liz Besoes sebagai Isteri Intel Kota 1, Lilis Ireng sebagai Intel berlogat Sunda, Stella Pelupessy sebagai Isteri Intel belogat Ambon, Ferry MZ sebagai Kopral, dan Edo sebagai Pembawa Seragam Intel dan Eks Pedagang Surabi.

Kesemua pemain tersebut terdiri dari beragam latar belakang profesi, yaitu pengacara, politisi dan seniman teater, sehingga wajar beberapa kali ada saja pelakon yang sempat salah atau lupa dengan teks naskahnya. Namun, dengan improvisasi yang baik, semua pelakon “amatir” itu tetap bisa memberikan kejenakaan pada penonton yang hadir saat itu.

Beberapa kali celotehan konyol dan mimik muka jenaka para pelakon disisipkan di sela-sela percakapan yang panjang, seperti saat Kopral Arifin yang mempelesetkan ucapan “Lapor Komandan” menjadi “Lapar Komandan” ketika menghadap si Komandan Penjara, seketika itu sontak para penonton terkekeh tertawa dibuatnya.

Ukuran panggung yang tidak terlalu besar dan cahaya lampu yang “seadanya” tetap bisa menampilkan pertunjukan yang cukup menarik. “Pertunjukan tetap dinamis dan menarik walaupun pentas tersebut diadakan di atas panggung dan setting sederhana,” kata Prisia Wulandari Nasution (28), Model dan Aktris Indonesia yang hadir menonton malam itu.

BalakSong menampilkan kisah perdebebatan tentang kesalahan dan kebenaran antara Komandan Penjara, Intel Kota, Jenderal, dan Ajudan Eks Napi Revolusioner, yang dipicu oleh perbedaan cara memandang. Kesalahan dan kebenaran memiliki nilai yang sama, seperti tampilan Balak-Song dalam kartu domino yang mensejajarkan dua kotak kosong dengan besar dan ukuran yang sama.

“Pentas tersebut adalah cerminan keadaan negara kita saat ini. Kehidupan sekarang tidak ada kejelasan, mana orang yang baik dan yang buruk, tidak bisa dibedakan. Semuanya terlihat sama,” kata Eros Djarot (62), Budayawan dan Politikus Indonesia menanggapi pentas tersebut.

Kisah “BalakSong” menawarkan pemikiran bahwa segala dalih tentang kebenaran dan kesalahan pada akhirnya ditentukan oleh kadar tanggungjawab yang dihasilkannya. “Pada akhirnya yang menang dalam cerita itu adalah si Intel Kota, karena kenaifannya mempertahankan ideologi, tanggungjawab, dan ketulusannya kepada pemerintah. Orang yang baik dan tulus mencintai negaranya suatu saat pasti akan menang di tengah kekacauan dan kemudharatan negara saat ini,” kata Rikrik Rizkyana setelah pementasan usai.

Mengutip pesan dari Komandan Penjara dan Napi Eks Revolusioner saat pementasan tersebut, “buka mata, buka telinga dan terus waspada”, dalam menghadapi kehidupan yang kacau ini.

2 Komentar

Filed under Berita Dari Jakarta

2 responses to “Teater BalakSong: Saat Kebenaran dan Kesalahan Disejajarkan

  1. Stella pelupessy

    Teater Q bekerjasama dengan Pusat Kesenian Jakarta — Taman Ismail Marzuki mempersembahkan KLINIK MALE karya/sutradara: CIK’IM SINONGAN.

    Dengan para pemain: EDI SAPUTRA, EMIA MENTARI, STELLA PELUPESSY, LUKAS OCTAVIANUS PRAYOGI, WIDIYASHARA SEPTYANTINI, ZHAUKU ZAKY, RONALDO DEVINSI TALEXSYA, GILANG PRATAMA, RANGGA SAPUTRA.

    Jumat dan Sabtu, 18 & 19 April 2014
    Pukul 20.00 WIB
    di gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
    HTM: Rp.50.000.

    TIKETING:
    STELLA 082110496590
    AMIE 081319351935
    YUDI 081519351935
    HEMMA 085719351935
    UNTUNG 02197359735
    Pin bb TIM 24C43F2F

    Kalo ada waktu nonton ya mas, hehehe. Makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s