Keadaan Sembako Menjelang Tahun Baru Kemarin


Jelang Awal Tahun, Pasokan dan Harga Sembako Stabil
(By Adrian Fajriansyah

Pasokan Beras Stabil

Foto/Adrian Fajriansyah
Saat ini, pasokan stok sembako relatif stabil jelang Natal dan Tahun Baru. Terlihat petugas sedang menurunkan beras dari Bulog yang baru saja datang di salah satu toko beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (19/12).

Menjelang Natal dan Tahun Baru, pasokan dan harga sembako relatif stabil, karena tidak ada permintaan yang drastis dari konsumen. Demikian informasi yang dihimpun Kompas, di beberapa pasar di Jakarta, Rabu (19/12).

            Menurut Staf Asmen Keuangan Pasar Jatinegara Jakarta Timur Riski (22), meskipun ada kenaikan harga sembako, namun masih dikategorikan stabil karena kenaikannya tidak signifikan, yaitu berkisar 1-2 persen. Contohnya harga sayuran, yakni wortel dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram, begitu juga dengan kentang dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram.

            Sedangkan harga pisang naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000 per sisirnya. Untuk harga buah nanas masih tetap pada Rp 4.000 per buahnya. Stok buah tersebut, mencukupi untuk Natal dan Tahun Baru, karena tidak ada hambatan di rantai distribusinya.

            Salah satu pedagang ayam di Pasar Jatinegara Lestari (24) mengatakan, kemungkinan akan menaikan harga ayam menjadi Rp 27.000 per kilogramnya saat Natal nanti. Namun, menjelang Natal kenaikan harga belum signifikan, berkisar Rp 22.000 hingga Rp 25.000. “Pasokan ayam potong tidak akan terhambat sampai Tahun Baru tiba,” kata Lestari memastikan.

            Dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), menurut Staf PT Food Station Tjipinang Jaya Eri Muhtarsyid (44), jelang Natal dan Tahun Baru, pasokan dan harga beras cenderung stabil. Saat ini, jumlah pasokan beras di PIBC rata-rata 3.000 ton per hari, sedangkan jumlah kebutuhan beras di Jakarta sekitar 2.000 ton per hari. “Stok beras saat ini aman-aman saja,” jelas Eri.

            Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga beras lokal pada akhir tahun, pemerintah menerapkan operasi pasar (OP) sejak 5 Desember 2012. OP tersebut, dilakukan dengan cara mengelontorkan beras murah asal Vietnam seharga Rp 7.000 per kilogram ke pasaran. “Tujuan OP adalah untuk memenuhi kebutuhan beras dan menekan harga beras lokal agar tidak naik menjelang akhir tahun,” tutur Eri.

            Untuk saat ini, rata-rata harga beras lokal jenis IR 64 KW III Rp 7.400 per kilogram, IR 64 KW II Rp 7.700 per kilogram, dan IR 64 KW I Rp 8.000 per kilogram. Sedangkan, harga beras lokal kualitas super berkisar di atas Rp 8.000 per kilogram.

            Jikapun ada kenaikan pada harga beras, itu bukan disebabkan karena menjelang Natal dan Tahun Baru, melainkan kenaikan harga yang sudah terjadi sejak awal tahun 2012. Kenaikan harga tersebut, berkisar di atas Rp 400 per kilogramnya. “Harga beras naik bertahap sejak Januari sampai Desember 2012,” kata Budi Haryanto (37), pemilik Toko Yudi yang menjual beras di PIBC.

Umumnya, permintaan sembako jelang Natal dan Tahun Baru tidak meningkat drastis seperti saat bulan Ramadan dan Lebaran. Bisa dipastikan stok sembako saat ini, bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Tahun Baru nanti.

Permintaan Sandang Menurun

            Demikian juga di Pasar Senen Jakarta, menjelang Natal dan Tahun Baru 2013, tidak terjadi peningkatan pada permintaan barang sandang, berupa tas, jam, dan kacamata. Hal tersebut terjadi, karena masyarakat lebih fokus dalam pemenuhan kebutuhan sembakonya.

            “Penjualan tas saat ini menurun drastis.” kata Tarigan, pemilik Toko Harmoni yang menjual tas di lantai tiga Pasar Senen.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Dari Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s