Category Archives: Puisi

SANG ALAM


Puisi

SANG ALAM

(By Adrian Fajriansyah 18/10/2011)

Suatu Ketika Di Puncak Tertinggi Sumatera Selatan.

Suatu Ketika Di Puncak Tertinggi Sumatera Selatan.

Kenapa pula manusia ingin menaklukan alam?? Padahal dia sendiri merupakan bagian dari sang alam

Bukanlah alam yang harus kita taklukan tapi diri kita sendirilah yang harus ditaklukan, guna menjadi sahabat sang alam

Keegoisan, kesombongan dan ketamakan merupakan musuh dalam diri dan juga musuh sang alam

Bila musuh dalam diri tak tertaklukan maka diri ini akan semakin tersungkur dan tenggelam ke dalam jurang keganasan sang alam

Alam ini akan baik dan ramah bila kita menghargainya,

Dan kita semua akan bahagia bila menjaga keharmonisan dengan alam cipataan-Nya

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

MATAHARI PAGI


Puisi

MATAHARI PAGI

(By Adrian Fajriansyah 18/10/2011)

Suatu Ketika Di Puncak Gunung Dempo.

Suatu Ketika Di Puncak Gunung Dempo.

Saat kau melihat matahari pagi,  itu persembahan alam untuk mu hingga sore nanti

Apa yang kau dapat di hari ini, itu yang akan menjadi bekalmu untuk esok nanti

Setiap pekerjaan yang kau kerjakan biar lambat dan berlahan, namun pada waktunya nanti pasti akan terselesaikan

Dan bila tak pernah kau kerjakan, tidak akan ada satupun perkerjaan yang dapat kau selesaikan

Itulah hukum alam, setiap permulaan pasti ada pengakhiran

Tidak ada satupun manusia yang tak pandai dan juga pintar, hanyalah ketekunan yang membedakan

Tak perlu iri dan dengki karena itu perusak hati karena pada hakikatnya rezeki setiap manusia telah dibagi-bagi

Tinggal kita sebagai manusia berusaha untuk meraihnya, dan dengan usaha yang halal insyaallah akan berkah hingga akhirnya kelak

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Untuk Orang Muda


Puisi

Untuk Orang Muda

(By Adrian Fajriansyah 01/07/2011)

Kenangan Bersama Teman-Teman Di Kampus.

Kenangan Bersama Teman-Teman Di Kampus.

Hidup manusia bagaikan air yang mengalir.

Pertama kita akan mengalir terbawak arus.

Kemudian kita akan memilih jalan kehidupan sendiri disetiap persimpangan jalan yang kita temui.

Saat matang akan cepat berlalu kemudian menguap karena teriknya panas matahari kehidupan.

Menguap ke langit terhapus dari kehidupan duniawi.

Orang muda hati-hatilah dalam melangkah.

Apa yang kita pilih saat ini adalah yang akan kita dapatkan di masa depan.

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi