PASAR CIPADU: Pasar Sederhana tapi Diminati Konsumen


PASAR CIPADU
Pasar Sederhana tapi Diminati Konsumen
Berawal dari Masjid Menjadi Sebuah Pasar
(By Adrian Fajriansyah 08/12/12)

FOTO BAGUS 1

Gambar. Konsumen sibuk memilih kain yang diminatinya, di salah satu kios pedagang tekstil di Pasar Cipadu, Tangerang, Sabtu (8/12).

            Pak.. pak.. coba liat yang itu.. Pak.. pak.. tolong ambil yang itu.. Ehh yang ini warnanya bagus yah..  Terdengar suara para konsumen yang sibuk memilih bahan kain yang diminatinya. Warna-warni kain dan corak motif bunga-bunga layaknya di taman bunga yang dihiasi pelangi adalah penghias tiap kios sederhana yang tidak bertingkat di Pasar Cipadu, Tangerang, Sabtu (8/12).

Produk kain yang warna-warnanya indah, corak beragam, harga terjangkau dan keadaan pasar walau sederhana tapi aman dan nyaman, membuat konsumen berminat untuk berbelanja di Pasar Cipadu.

Pasar Cipadu adalah pasar perdagangan tekstil yang lahir secara tidak direncana. Pasar tersebut dikelola sendiri oleh para pemilik tanah dan kios yang ada di sana, bukan hasil perencanaan dan di bawah pengelolaan Pemerintah Tangerang.

Sejarah lahirnya pasar itu, bermula saat H Muali membangun Masjid Jami Baitul Muta’alli tahun 1988. Pada tahun 1990 masjid tersebut selesai dibangun, tapi H Muali mengalami kesulitan dalam pendanaan perawatan masjid itu, sehingga dia membuat 24 kios dagang untuk mengatasinya.

Melalui 24 kios tersebut, H Muali berdagang tekstil dan menyewakan kiosnya bagi yang berminat. Ternyata banyak yang berminat untuk berdagang di kawasan tersebut. Satu per satu kios tersebut terisi oleh para pedagang yang mayoritas berdagang tekstil.

“Kawasan Cipadu yang dulunya tanah kosong, mulai ramai oleh keberadaan para pedagang dan kosumen yang datang,” kata H Syafrudin (53), anak H Muali dan pemilik banyak kios di Pasar Cipadu.

Pada tahun 1996 kawasan Cipadu mulai dikenal sebagai pasar karena ramai dan ada transaksi jual-beli. “Awalnya pemerintah setempat berencana menjadikan Cipadu sebagai kawasan perumahan, tapi karena ramai dan banyak pedagang tekstil, akhirnya Cipadu diakui pemerintah sebagai kawasan perdagangan tekstil,” jelas Syafrudin.

Pasar Cipadu menjadi semakin ramai pasca kebakaran hebat di Pasar Tanah Abang tahun 2003, karena banyak pedagang korban kebakaran yang pindah ke sana. Salah satu korban kebakaran tersebut, yang pindah ke Pasar Cipadu adalah H Faisal (59), pemilik Apartex yang menjual beragam bahan tekstil.

Faisal menjelaskan, dia telah berdagang di Pasar Cipadu sejak tahun 2000, saat itu dia juga memiliki kios di Pasar Tanah Abang. Namun, setelah Pasar Tanah Abang terbakar tahun 2003, dia fokus hanya berdagang di Pasar Cipadu.

Menurut Faisal, alasan memilih berdagang di Pasar Cipadu karena kondisinya bersih, aman, nyaman, dan konsumen juga ramai. “Tiap hari ada konsumen yang membeli, khusus Sabtu-Minggu atau hari libur tingkat penjualan menjadi lebih tinggi,” kata Faisal, yang laris menjual kain sifon dan wallis.

Salah satu konsumen di Pasar Cipadu Indah Susanti (25) mengatakan, di pasar tersebut kain-kain yang dijual cukup bagus dan lebih murah dibandingkan tempat lain. Memang produknya kadang lambat update atau kurang bervariasi, tapi karena keadaan pasar kondusif, aman, dan nyaman, menjadi pertimbangan kosumen untuk datang berbelanja di sana.

“Di sini nyaman, bersih, dan berbelanja juga lebih santai dibandingkan tempat lain seperti Tanah Abang terlalu ramai dan berdesakan,” kata Indah, yang hampir tiap minggu ke Pasar Cipadu untuk membeli kain sebagai bahan jilbab pashmina.

Itulah Pasar Cipadu, pasar sederhana yang lahir tanpa direncana, namun menjadi pembuka lapangan kerja. Alternatif pilihan bagi konsumen yang ingin berbelanja dengan santai, aman, dan nyaman.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Dari Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s